Teknologi SMS untuk Sistem Informasi Pasar

Selain teknologi internet, sistem short messaging service atau yang lebih kita kenal dengan istilah sms, dapat juga dimanfaatkan untuk mendukung akses petani terhadap sumber informasi produksi maupun pemasaran. Dengan bermodalkan sebuah handphone (hp), salah seorang anggota dalam kelompok tani dapat ditugaskan untuk selalu memberitahukan rekan yang lain mengenai update / perubahan harga produksi dan harga jual produk pertanian secara periodik. Hal tersebut tidak lah sulit untuk dilakukan. Cukup dengan memberikan nomor handphone seluruh anggota kelompok kepada salah seorang yang ditugaskan. Apalagi dengan fitur group kontak yang sudah tersedia disemua merek hanphone saat ini, mengirim sms ke banyak orang sekaligus sangatlah gampang.

Baca lebih lanjut

Iklan

Pemanfaatan Teknologi dan Sosial Media untuk Produk Pertanian

Teknologi informasi merupakan sarana potensial yang dapat mendukung akses petani terhadap sumber informasi produksi maupun pemasaran. Dengan kemampuan teknologi yang mampu menjangkau tanpa batas dan didesain berbasis komunitas, akan mampu melahirkan kekuatan baru yang sangat dahsyat. Dengan kemampuan teknologi pula contohnya sosial media akan menjadi kekuatan yang luar biasa dalam pemasaran era digital. Sehingga penguasaan akses informasi oleh petani akan semakin meningkatkan posisi dan peran kelembagaan petani dalam mengembangkan pasar dan menjalin kerjasama.

Pemanfaatan ICT (Information and Communication Technology) di Indonesia untuk kegiatan perdagangan maupun community-based action di tingkat kelembagaan petani sangatlah tertinggal bila dibandingkan di negara lain. Hal ini terlihat dari rendahnya nilai tukar petani dan minimnya aksesibilitas informasi, sehingga mengakibatkan bargaining position kelembagaan petani sangatlah rendah. Oleh karena itu disini diperlukan terobosan dengan memanfaatkan ICT dalam membangun network maupun market berbasis community melalui teknologi social media. Social media (facebook, twitter, linkedln, blogs dan lain-lain) yang saat ini tengah fenomenal dan membentuk “cracking zone” baru dalam lifestyle sangat efektif untuk dimanfaatkan sebagai media pembentukan e-agribusiness dalam membangun network maupun memperluas pasar (market).

Baca lebih lanjut

e-Learning Strategy

E-Learninge-Learning merupakan alat yang cukup efektif bagi sebuah organisasi, perusahaan maupun institusi untuk meningkatkan skill dan kemampuan para anggotanya. Namun hal tersebut juga bias menjadi bencana besar jika tidak dikelola dengan baik. Sehingga sumber daya begitu besar yang telah dikeluarkan untuk membangun sistem tersebut hanya terbuang percuma.

Oleh karena itu, dalam merencanakan sebuah sistim e-Learning kita harus dapat melihat, baik dari sisi eksternal maupun internal organisasi tersebut, agar semakin relevan saat implementasinya, dan tujuan e-Learning dapat berjalan secara efektif dan efisien, serta sukses untuk di masa yang akan datang. Tentu saja, keberhasilan adanya e-Learning tidak hanya mencakup kesesuaian antar literatur proses bisnis organisasi, tetapi juga tepatnya penggunaan teknologi yang bias dikatakan bagian utama dari proses pembelajaran secara e-Learning ini.

Dari sisi internal, para developer harus mengetahui respon user, seberapa besar mereka memiliki keinginan untuk mempelajari hal yang baru dengan menggunakan sistem e-Learning ini. Biasanya dapat dipancing dengan beberapa pertanyaan mendasar atau dengan menyebarkan poling dan angket untuk mengetahui persis keinginan dari si user. Apabila hasil analisis tersebut mendukung adanya e-Learning, maka kesimpulan sementara harus mengacu pada persyaratan organisasi secara keseluruhan.

Baca lebih lanjut

Pattern Recognition

Pattern recognitionSecara teori pattern recognition dapat kita katakan sebagai salah satu cabang dari ilmu komputasi yang dititik beratkan pada penemuan pola pada data yang menunjukkan satu informasi tertentu. Data yang digunakan untuk pengenalan pola ini dapat berupa citra, suara, text, maupun gambar bergerak (video). Dengan kata lain, kita berupaya agar data tadi mampu mengeluarkan informasi yang terkandung di dalamnya. Seberapa jauh kemampuan data itu dapat memberikan informasinya, tentunya tergantung dari kualitas dan kuantitas data itu sendiri.

Pengetahuan ini banyak dipengaruhi oleh kemampuan manusia itu sendiri dalam memproses informasi, mengenal wajah, tulisan, dsb. Namun belum ada satupun algoritma yang dapat menyamai kemampuan tersebut, karena otak manusia sendiri berisi kira-kira 20 miliar sel otak. walaupun saat ini hal tersebut sudah hampir mendekati. Selain itu otak manusia memiliki struktur yang lebih komplek. Sel-sel yang jumlahnya banyak tersebut saling berhubungan satu sama lain dimana masing-masing sel tersebut mewakili satu karakteristik tersendiri.

Pendekatan dan cara untuk pengenalan pola itu sendiri banyak macamnya. Diantaranya yang paling banyak digunakan sekarang ini yaitu dengan pendekatan sintatik, statistik dan jaringan syaraf tiruan. Pendekatan dengan mode sintatik di titik beratkan pada aturan-aturan (rule) yang didefinisikan sebelumnya. Sedangkan statistik menggunakan pendekatan berdasarkan fakta-fakta yang ada. Dari kedua pendekatan ini metode jaringan syaraf tiruan merupakan gabungan dari aturan yang telah ditetapkan dan berdasarkan fakta yang di terima. Ciri khas dari jaringan syaraf tiruan ini mempunyai kemampuan untuk leraning dari data yang digunakan, dan memiliki toleransi yang berbeda untuk setiap data input.

Baca lebih lanjut