Membangun sebuah toko online berbasis open source

Tak dapat kita pungkiri lagi bahwa saat ini internet sudah menjadi bagian dari sebagian kehidupan masyarakat kita. Meskipun indonesia masih dikategorikan kedalam negara berkembang, jumlah pengguna Internet di negeri ini tidak dapat dibilang kecil. Tengok saja dari tulisannya om romi tentang online personal branding yang mengatakan bahwa ” Jumlah pengguna Internet di Indonesia, menurut data terakhir dari Internet World Stats, mencapai 25 juta orang. Rangking Indonesia untuk jumlah pengguna Internet setara dengan Spanyol, dan jauh meninggalkan negara tetangga kita seperti Philipina, Malaysia dan Vietnam. Dukungan total dari 25 juta pengguna Internet, lebih dari cukup sebagai syarat minimal untuk maju menjadi calon RI-1. Sesuai dengan UU Pemilu yang mensyaratkan bahwa calon presiden harus mendapat dukungan minimal 25% suara nasional (sekitar 23.9 juta) “.

Nah, dengan dasar tersebut dapat dilihat betapa dahsyat dan besarnya pengguna makhluk yang bernama internet tersebut. Dari hanya sekedar bersendau gurau, saling berkenalan, mencari ilmu bahkan sampai berbelanja pun dapat kita lakukan melalui internet. Untuk hal yang terakhir inilah (berbelanja) yang saat ini sedang gencar di lirik oleh para pengusaha, baik skala kecil, menengah dan besar sekalipun. Bagaimana tidak, dengan modal yang relatif lebih sedikit (karena tidak memerlukan tempat untuk berjualan) dari pada cara berdagang konvensional, seseorang dapat menawarkan produknya sampai ke pengguna yang berada di belahan benua yang berbeda sekalipun. Sedangkan untuk para pebisnis yang telah jalan, juga dapat menambahkan fitur online store ini untuk lebih mengembangkan market yang ada.

Baca lebih lanjut

Welcome Kucindan

Beberapa bulan terakhir ini, iseng2 saya mencoba untuk membuat sebuah engine cms (content management system) yang titik beratnya lebih difokuskan untuk pembuatan weblog. Ide tersebut muncul ketika saya mendapati di setiap upgrade engine blog kesayangan ini yang masih setia menggunakan wordpress semakin lama semakin berat saja. Dugaan pertama, tuduhan jatuh kepada koneksi speedy yang makin kacau. Tetapi, setelah saya coba di komputer sendiri (localhost) ternyata tidak banyak terjadi perubahan. Memang itulah sisi yang harus dikorbankan, ketika sebuah engine selalu dan selalu ingin disempurnakan oleh si pemiliknya.

Selain alasan tersebut sebenarnya ada misi lain yang terselebung ;)) . Misi tersebut tak lain dan tak bukan adalah untuk memajukan para pengguna internet di indonesia dan programmernya. Karena setiap kali saya mempunyai ide dan ingin berkontribusi terhadap suatu open source, selalu saja sudah keduluan sama bule2 disana :p . Sebagai contoh, ketika ingin membuat plugin untuk web kesayangan, ketika hal tersebut ingin di bagi dengan orang lain, ternyata sudah banyak yang bikin duluan.

Baca lebih lanjut