Install Linux, Nginx, MySQL, PHP (LEMP) di Ubuntu 14.04

Kebetulan di kantor kedatangan server baru tipe tower yang rencananya diperuntukkan untuk aplikasi internal sekaligus sebagai file server. Iseng lihat-lihat diweb, ternyata ubuntu 14.04 lts sudah release. Pas banget sekalian buat nyoba. Proses instalasinya gak ribetlah. Tinggal di next – next aja, beres dah. Saya install yang ubuntu server kosongan saja, tanpa aplikasi bawaan satupun. Selesai install, langsung ganti repo local biar kenceng. Seperti biasa, pilihan jatung ke reponya wedus. Standar yang saya lakukan setelah clean install :

sudo apt-get update
sudo apt-get install build-essentials
sudo apt-get upgrade

Berikutnya, proses instalasi web server. Pilihan kali ini jatuh kepada Nginx feat php dan mysql. Soalnya baca2 di beberapa artikel, web server nginx performanya lumayan cepat dibandingkan apache, jadinya pengen nyoba 🙂 . Kita mulai dari Nginxnya dulu. Tinggal install dari repo :

Baca lebih lanjut

Iklan

Welcome Kucindan

Beberapa bulan terakhir ini, iseng2 saya mencoba untuk membuat sebuah engine cms (content management system) yang titik beratnya lebih difokuskan untuk pembuatan weblog. Ide tersebut muncul ketika saya mendapati di setiap upgrade engine blog kesayangan ini yang masih setia menggunakan wordpress semakin lama semakin berat saja. Dugaan pertama, tuduhan jatuh kepada koneksi speedy yang makin kacau. Tetapi, setelah saya coba di komputer sendiri (localhost) ternyata tidak banyak terjadi perubahan. Memang itulah sisi yang harus dikorbankan, ketika sebuah engine selalu dan selalu ingin disempurnakan oleh si pemiliknya.

Selain alasan tersebut sebenarnya ada misi lain yang terselebung ;)) . Misi tersebut tak lain dan tak bukan adalah untuk memajukan para pengguna internet di indonesia dan programmernya. Karena setiap kali saya mempunyai ide dan ingin berkontribusi terhadap suatu open source, selalu saja sudah keduluan sama bule2 disana :p . Sebagai contoh, ketika ingin membuat plugin untuk web kesayangan, ketika hal tersebut ingin di bagi dengan orang lain, ternyata sudah banyak yang bikin duluan.

Baca lebih lanjut

Sinkronisasi datetime format dalam PHP dan MySQL

PHP dan MySQL memang merupakan pasangan serasi yang selalu menjadi pilihan utama para develepor web. Selain karena memang terbukti ketangguhannya, kedua tools tersebut berbasis free dan open source, sehingga siapapn dapat memakai dengan bebas bahkan mengubah kode program agar sesuai dengan yang diinginkan. Namun seringkali kita di buat bingung ketika sedang mengolah data yang memiliki format waktu (datetime). Hal tersebut dikarenakan PHP dan MySQL memiliki format yang berbeda.

PHP menggunakan unix timestamps untuk semua date functionality nya dimana format ini menyimpan data dalam bentuk integer, sedangkan MySQL mempunyai tiga format tipe waktu (DATETIME, DATE, dan TIMESTAMP) dan semuanya dalam bentuk string. Hal inilah yang biasanya membingungkan para develepor web untuk menggunakan dan menyimpan dalam format yang mana. Biasanya para developer akan tetap menyimpan dalam bentuk php timestamp dan di MySQL akan di anggap sebagai string biasa (menggunakan tipe varchar).

Baca lebih lanjut

Mysql 5 on Ubuntu from source

Yang harus dipersiapkan sebelum kita melakukan instalasi :

1. Source mysql nya sendiri (itu pasti). Bagi yang blum punya, bisa download disini -> http://dev.mysql.com/
2. Librari : libncurses5 dan libncurses5-dev (yang gak punya download disini : ftp.osuosl.org/pub/ubuntu/pool/main/n/ncurses/)
3. Secangkir kopi dan do’a (heuheuheuhue)

Proses Instalasi :

1. Pertama dan terutama sekali (alah .. kayak orang yang mo ceramah aja). hal sepele yang musti dilakukan jika baru melakukan instalasi ubuntu (fresh from oven) adalah melakukan instalasi package standar

sudo apt-get install build-essential

2. Create user dan group buat si mysql nya

sudo groupadd mysql
sudo useradd -g mysql mysql

3. Instalasi librari pendukung

dpkg -i libncurses5_5.5-1ubuntu3_i386.deb
dpkg -i libncurses5-dev_5.5-1ubuntu3_i386.deb

4. Ekstrak dan konfigurasi

tar -xzvf mysql-5.x.xx.tar.gz
cd mysql-5.x.xx.tar.gz
./configure –prefix=/usr/local/mysql
–with-mysqld-user=mysql
–without-debug
–with-client-ldflags=-all-static
–with-mysqld-ldflags=-all-static
–disable-shared
–localstatedir=/usr/local/mysql/data
–with-extra-charsets=none
–enable-assembler
–with-unix-socket-path=/tmp/mysql.socket

Baca lebih lanjut