Mini Akuaponik

Practical-Aquaponics

Kali ini mau bercerita tentang akuaponik yang sedikit gagal hasilnya. Kenapa gagal ? karena satu dan lain hal yang kurang terpenuhi dalam perkembangan tanamannya sendiri. Tapi ini jadi pelajaran yang berharga untuk akuaponik yang kedua yang dibuat. Dan hasilnya cukup lumayan sampai dengan saat ini. Beberapa sayuran yang saya tanam (kangkung, selada dan sawi) tumbuh dengan subur. Bahkan pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan sayuran yang juga saya tanam di media tanah biasa.

Sebelum kita bahas lebih jauh, ada baiknya kita kenalan dulu dengan akuponik. Akuaponik merupakan gabungan dari akuakultur dan hidroponik. Konsepnya sangat sederhana. Air beserta kotoran ikan dari budidaya ikan disalurkan kepada tanaman karena memiilki banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman sedangkan apabila dibuang akan menjadi limbah yang tidak bermanfaat. Tanaman akan menyerap nutrisi dalam air dan kotoran ikan tadi. Sebagai gantinya, tanaman akan memberikan oksigen kepada ikan melalui air yang berasal dari budidaya ikan.

Sebenarnya jauh sebelum sistem aquaponik menjadi tren seperti sekarang, orang-orang pada zaman dulu telah menggunakan hubungan simbiosis antara ikan dan tanaman. Suku Indian Aztec menanam tanaman di atas rakit pada permukaan danau Circa. Orang-orang Cina juga menggunakan pertanian terintegrasi dengan konstruksi yang disebut sistem aliran. Mereka mengembangkan peternakan unggas yang tergantung di atas kolam.

Baca lebih lanjut

Iklan

Ini ikanku, Mana ikanmu

Bukan, saya bukan sedang beternak ikan. Dan bukan pula ingin memamerkan hasil tangkapan ikan. Apalagi mengajak untuk mancing ikan, karena pancinganpun tak punya 😛 . Judul diatas, semata – mata terinspirasi dari kebingungan saya semata. Ya, saya selalu dibuat bingung ketika ingin bercerita mengenai masalah perikanan. Maklumlah namanya juga anak rantau. Sehingga ketika ingin bercerita tentang pengalaman dikampung halaman, hal pertama yang terjadi diotak saya adalah mencari padanan kata atau nama yang sesuai dengan apa yang akan saya ceritakan yang lebih bersifat general dan dikenal oleh hampir sebagian orang. Lagipula nanti akan menjadi garing (kriuk), ketika kita bercerita sesuatu yang menarik ataupun lucu, tak satupun yang tertawa dikarenakan objek yang kita ceritakan tidak dapat dipahami ataupun dibayangkan oleh sipendengar cerita kita.

Kembali ke masalah perikanan. Dinegeri asal saya (minang) ternyata memiliki penamaan tersendiri dalam masalah perikanan ini. Banyak diantara nama ikan yang pernah saya lontarkan kepada rekan diperantauan, ternyata tidak mengetahui ikan apa yang saya maksudkan. Karena hal tersebut, maka saya mencoba untuk mencari padanan nama yang sesuai dengan nama yang lebih dikenal luas oleh masyarakat indonesia. Tentu saja andalan saya untuk melakukan pencarian tidak lain dan tidak bukan adalah si mbah gugel. Akhirnya ditemukan juga beberapa nama yang saya cari yang lebih dimengerti oleh masyarakat banyak. List berikut yang akan saya buatkan mungkin dapat dimanfaatkan juga oleh para “dunsanak” diperantauan yang lain.

Baca lebih lanjut