Pantai Pangandaran

Pada Hari Jumat yang lalu tepatnya tanggal 13 desember 2013, saya mendapatkan amanat untuk memberikan training mengenai product knowledge yang dibeli oleh salah satu konsumen di kota Banjar. Karena undangannya pada pagi hari, jadilah saya bersama dengan anggota tim yang lain berangkat dari Bandung pada malam sebelumnya. Perjalanan kami lakukan dengan menempuh rute melalui rute bandung – garut – ciamis – banjar dengan waktu yang dihabiskan sekitar 4 jam.

Sampai di kota banjar tengah malam. Hal pertama yang dilakukan tentu saja mencari tempat untuk merebahkan badan agar bisa lebih fresh untuk acara esok hari. Diarahkanlah mobil ke arah dalam kota. Ternyata susah juga, jarang sekali hotel disini. Setelah beberapa kali keliling, akhirnya dapat juga. Dan semua akhirnya tepar di kasur masing-masing :)) . Kesan pertama tentang kota ini adalah kotanya masih asri dan masih banyak pepohonan, tapi meskipun begitu udaranya panassss. Mungkin dikarenakan letak geografisnya yang dekat dengan daerah pantai kali yah.

Baca lebih lanjut

Refreshing Menyambut Ramadhan 1434 (Puncak Darajat)

Mumpung kampus tempat saya mengajar sedang liburan dari masa perkuliahan normal, teman2 (gila) yang biasa menjadi teman untuk bermain futsal mengadakan acara touring bersama ke salah satu daerah di kawasan garut. Tempat yang menjadi tujuan kali ini adalah daerah puncak darajat. Ide touring ini sendiri tercetus secara spontan oleh salah satu penghuni group yang menjabat sebagai ketua RT 😛 .

Jalur ekstrem kamojang

Jalur ekstrem kamojang

Touring dimulai dari daerah kampus yang terletak di Jalan Telekomunikasi Bandung. Kami berangkat selepas sholat jumat tanggal 5 juli 2013. Jalur yang dipilih melewati jalir alternatif Majalaya – Garut yang melalui daerah ibun – kamojang. Ternyata jalurnya cukup ekstrim. Hal ini dikarenakan jalur yang dilewati hampir 70% tanjakan, disertai dengan kualitas jalan yang sudah banyak berlubang. Sangat menantang apalagi bagi motor saya yang hanya berkekuatan 110cc dengan transmisi automatic. Salah satu jalur ekstrim yang ada bisa dilihat digambar. Saking ekstremnya ada salah dua motor anggota yang ikut tidak kuat untuk sampai ke belokan puncak. yang satu karena memang motornya sudah tidak sanggup lagi, yang satu lagi karena salah mengambil jalur (terlalu kepinggir). Motor saya ? Alhamdulillah berhasil melewati jalur ini, meskipun agak sedikit salah mengambil jalur juga (agak ketengah) dan setelah berhasil melewati puncak tanjakan motor kehilangan tenaga dan mati secara mendadak (untung dah samapai puncak 😛 ). Baca lebih lanjut