Review

Tagihan Listrik Shopee

Bukan, tulisan ini bukan ingin menceritakan seberapa besar tagihan listrik dikantor dan digudang shopee perbulannya. Tapi hanya ingin menceritakan pengalaman saya dalam mencoba melakukan pembayaran tagihan listrik melalui aplikasi shopee. Begini ceritanya.

Hal rutin yang biasa saya lakukan setiap awal bulan tentu saja adalah membayar tagihan-tagihan yang sudah jatuh tempo. Salah satunya adalah tagihan listrik. Kebetulan meteran listrik dirumah belum diupgrade, sehingga masih berupa tagihan setiap awal bulan bukan yang menggunakan token listrik.

Meskipun sudah menjadi rutinitas setiap awal bulan. Proses membayar tagihan listrik ini menjadi tantangan tersendiri. Apa itu? Tantangannya tentu saja mencari promo (baca: cashback) mana yang paling besar diantara perang promo para marketplace yang masih bakar-bakar duit. Setelah cek sana sini, kebetulan pada bulan ini yang memberikan promo terbaik adalah shopee. Pikir saya sekalian buat pengalaman mencoba, karena sebelumnya belum pernah melakukan pembayaran tagihan di shopee.

Proses pembayaran tagihan di shopee tidak banyak berbeda dengan marketplace yang lain. Pertama kita akan diminta untuk input no pelanggan listrik kita. Setelah tagihan muncul, barulah melakukan pilihan pembayaran. Bisa menggunakan transfer bank, mini market dll.

Sekilas tidak ada yang aneh setelah proses transfer ke no VA yg saya pilih selesai dilakukan. Namun ada beberapa catatan dari sisi UX (user experience) yang agak ganjil yang saya rasakan. Pertama karena setahu saya fitur pembayaran tagihan di shopee ini adalah fitur baru, tampilannya seolah – olah copas dari tampilan belanja dishopee dan hanya di buatkan menu khusus saja. Sehingga agak aneh jadinya, dimana tagihan listrik saya sudah selesai, tapi statusnya di shopee tetap masih dalam proses karena mengikuti tampilan yang belanja (dalam proses belanja, status transaksi akan tetap dalam proses hingga beberapa waktu setelah barang tiba ditujuan, tombol “pesanan selesai” belum aktif dan tidak bisa dipencet).

Yang kedua dan ini sangat krusial sekali. Shopee tidak memberikan notifikasi apapun (notifikasi aplikasi, email, sms, WA) ketika pembayaran listrik sudah selesai dilakukan. Sehingga saya yang baru pertama kali mencoba jadi bingung sendiri ketika transfer sudah berhasil saya lakukan tapi status transaksi tetap masih dalam proses (kasus pertama tadi). Setelah 30 menit atau lebih barulah tombol pesanan selesai menjadi aktif dan bisa dipencet. Dan harus dipencet manual. Setelah itu baru ada link untuk download struk pembayaran. Makanya saya bilang krusial, karena harus menunggu 30 menit atau lebih tadi dan harus manual untuk mendapatkan struk pembayaran. Padahal dalam rentang waktu 30 menit sebelum tombol pesanan selesai tadi aktif, saya iseng coba cek tagihan listrik diaplikasi lain, ternyata statusnya sudah dibayar. Ini jadi krusial juga kalau shopee ingin seperti marketplace yang lain yang menyasar toko dan warung kecil sebagai agen. Moso nanti agennya harus nunggu 30 menit buat cetak struk pelanggan. Yang ada pelangganya dah marah duluan.

Yah begitulah pengalaman tagihan listrik shopee disaya. Barangkali hanya di aplikasi saya saja, atau kalau memang prosedur di shopee yang begitu.

Review

Telkom IndiHome Triple Play = Triple Sabar

Beberapa bulan yang lalu saya cukup tertarik dengan produk baru yang digembar – gemborkan oleh telkom yaitu IndiHome yang mereka beri slogan triple play. Dimana dengan produk ini kita akan diberikan layanan telpon rumah, internet dan iptv dalam satu paket. Tapi bukan jenis layanannya yang membuat saya tertarik, tetapi kemudahannya. Dimana untuk tiga layanan tersebut saya hanya akan punya satu tagihan perbulan. Maklum masih banyak cicilan, jadi malas kalau nambah banyak jenis tagihan yang harus dibayar perbulannya 😛 Untuk masalah harga masih relatif dan tentatif sekali, tapi karena saat ini masih diharga promo jatuhnya lumayan banget untuk paket yang saya incar. Meskipun demikian saya belum berani menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi untuk produk ini. Seperti yang sudah-sudah yang selalu saya alami, produk Telkom hanya bagus diawal dan payah untuk urusan purna jualnya.

Setelah browsing tentang paket yang ditawarkan, saya coba daftar online diwebnya langsung pada tgl 6 april yang lalu (alamat webnya googling aja yak, males banget kasih backlink 😛 ). Ternyata diluar dugaan beberapa jam kemudian saya ditelpon langsung oleh customer servicenya untuk konfirmasi dan dapat nomer registrasi 31406840. Dalam hati, boleh juga nih, ada peningkatan proses pelayanan. Tapi jadi illfeel lagi ketiga saya dipanggil oleh mbak csnya dengan panggilan uzan (mungkin saking cepatnya jaringan indihome ini, nama yang sudah saya inputkan di form pendaftaran jadi melesat dua huruf awalnya).

Lanjutkan membaca “Telkom IndiHome Triple Play = Triple Sabar”

Review

Bayar Pajak Kendaraan Samsat Drive Thru Bandung

Salah satu kewajiban tahunan bagi pemilik kendaraan bermotor tentu saja pembayaran pajak atau yang dikenal dengan singkatan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor). Dan bulan ini merupakan jatuh tempo pkb motor matic yang telah saya gunakan dalam kurun waktu 4 tahun belakangan ini. Dikarenakan kesibukan pekerjaan,biasanya dari tahun ke tahunsaya memutuskan untuk membayar kewajiban pajak ini pada saat jam istirahat kerja. Dan biar cepet beres maka saya memilih untuk membayar lewat fasilitas Samsat Drive Thru Bandung yang terdapat di depan kantor Samsat jalan kiara condong.

Untuk melakukan pembayaran pajak melalui Drive Thru, syarat yang harus dibawa adalah semua dokumen asli yang berkaitan dengan PKB yaitu : KTP Asli pemilik kendaraan, STNK dan nota pajak asli, BPKB asli kendaraan. Jika semuanya lengkap, kita tinggal mengantri saja di loket Drive Thrunya. Sesuai dengan namanya Drive Thru, maka untuk mengantri kita tidak perlu memarkir kendaraan terlebih dahulu. Saya tiba diloket drive thru jam 12.40. Ternyata petugasnya sedang istirahat. Terpaksa harus menunggu dulu sampai jam istirahat kelar bersama beberapa pengantri lainnya. Kirain khusus drive thru bakal online terus sampai jam tutup. Oh ya, untuk jam buka drive thru kiara condong bandung yaitu senin-jumat jam 08:00-15:00 dan sabtu jam 08:00-12:00.

Lanjutkan membaca “Bayar Pajak Kendaraan Samsat Drive Thru Bandung”

Review

Sampah Struk

IMG_20141019_103801766_HDRSetiap kali saya mengunjungi gerai ATM, selalu saja terlihat pemandangan yang kurang mengenakan ini. Struk bekas transaksi perbankan bertebaran dilantai. Dan yang paling mengesalkan lagi, dibuang begitu saja disekitar tempat sampah yang jelas2 tidak penuh isinya. Memang susah kalau sudah menjadi kebiasaan. Dua hal ini yang masih menjadi momok dalam masyarakat Indonesia, yaitu sampah dan antri 😦 .

Parahnya lagi dari sampah struk atm ini, setelah saya lihat beberapa struk yang dibuang tersebut, yang mendominasi adalah struk bekas penarikan tunai. Padahal jelas2 di semua sistem ATM jaman sekarang, pada saat penarikan tunai, pasti akan ditanyakan “Apakah ingin mencetak struk atau tidak”. Lah kalau memang untuk dibuang, apa susahnya sih untuk memilih pilihan tidak dicetak. Kalaupun untuk melihat saldo terakhir, toh tetap ditampilkan kok walaupun milih yang tidak cetak struk. Atau tinggal pilih menu informasi saldo lagi aja (gitu aja kok repot).

Padahal lumayan berapa pohon yang digunakan untuk membuat tu kertas, terbuang begitu saja. Masih mending kalau bermanfaat untuk keperluan yang lain kan. Yuk, mari mulai dibiasakan dari diri sendiri dan saat ini. Gak susah. Cuma merubah kebiasaan latah kita aja yang biasa memilih pilihan untuk cetak struk. Tinggal digeser kebawah aja untuk memilih pilihan yang tidak cetak struk. Let’s Go Green !

Review

Pencatat Anggaran Pribadi

Habis baca tulisan catatan anggarannya si obi, muncul pertanyaan dalam hati (pasang muka ala sinetron dengan kamera dizoom) “Ada gak yah aplikasi sederhana untuk buat catatan keuangan pribadi yang bisa di install di gadget ?”. Soalnya yang paling sering digunakan dan dilihat apalagi kalau bukan gadget. Kalau catatan sederhana yang disimpan di laptop nya sih sudah ada. Biar lebih fleksibel aja buat update dan baca2nya.

Ngubek-ngubek di Play Store dengan kata kunci “Pencatat Keuangan” hasilnya ternyata banyak juga. Pengennya install yang versi lokal aja biar gak ribet. Kalaupun yang versi bule, nyari yang ada bahasa indonesianya. Itung2 sekalian mempromosikan developer Indonesia juga 😀 . Berikut sedikit review aplikasi yang sudah saya coba :

Lanjutkan membaca “Pencatat Anggaran Pribadi”

Review · Teknologi

Unboxing Motorola Moto G Dual Sim 8GB (XT1033), Pre-Order Lazada

box-moto-gSekitar seminggu yang lalu, secara tidak sengaja saya melihat ada promosi pre order motorola Moto G di situs lazada. Dulunya pada awal tahun hp ini memang jadi incaran saya. Spek yang mumpuni dengan harga yang terjangkau plus dengan nama besar google sebagai pengusungnya membuat siapapun menjadi tergiur. Lama tidak kedengaran juntrungannya, kapan hp ini bakal launching di Indonesia membuat awalnya saya tidak tertarik lagi ketika melihat promo ini muncul. Namun setelah membaca lebih detail promo yang ditawarkan, keterlambatan ini membawa beberapa berkah. Salah satunya adalah OS yang terinstall di moto G yang masuk ke indonesia sudah menggunakan Android kitkat 4.4.2.

Selain itu ada juga program cicilan yang membuat tertarik ditambah ada diskon menarik untuk sesi pre order ini. Sebelumnya baca dibeberapa media, moto g resmi yang masuk di Indonesia hanya akan dijual secara online. Jadi kalau ditemukan ada yang jual secara retail, kemungkinan tidak akan dapat garansi resmi. Selain itu, kebetulan juga Andromax ULE yang telah menjadi teman setia selama ini mulai berulah. Telepon yang masuk susah sekali untuk mendengar percakapan yang terjadi dan terpaksa harus menggunakan headset. Mana headset bawaannya pendek sekali umurnya. Baru beberapa bulan pemakaian saja sudah rusak. Maka tanpa pikir panjang langsung saja saya lakukan pre order yang 8 GB di Lazada.

Sengaja saya pilih yang 8 Gb, karena yang 16 GB baru akan mulai dikirimkan oleh pihak lazadanya sekitar tanggal 20-an. Males nunggu lama-lama. Lagian saya bukan tipe orang yang suka banyak install aplikasi. Semenjak pertama kali menggunakan smartphone samsung gio sampai terakhir si andromax, Sdcard saya yang 8 GB tidak pernah penuh. Lagian si Moto G ini juga memberikan gratis google drive 50 GB selama 2 tahun. Cukuplah kalo mau simpan2 foto taro di awan saja. Gampang kalau mau akses kapanpun dan dimanapun. Lanjutkan membaca “Unboxing Motorola Moto G Dual Sim 8GB (XT1033), Pre-Order Lazada”

Review

Oh Citilink

CitilinkAda yang belum tau Citilink ? Kalau belum, berikut sedikit previewnya dari saya. Citilink merupakan pemain baru dalam industri penerbangan nusantara. Meskipun terbilang masih muda bahkan bisa dibilang baru lahir, namun maskapai ini sebenarnya merupakan anak perusahaan dari maskapai terbesar Garuda Indonesia yang melayani segment low-cost carrier. Dengan begitu, walau sebagai pemain baru, konsumen tidak serta merta menganggap citilink sebagai maskapai kacangan dan diyakini akan mampu menyaingi maskapai low-cost carrier yang lainnya dikarenakan dukungan dari perusahaan induknya. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah berupa hibah pesawat dari Garuda Indonesia (garuda termasuk maskapai yang memiliki pesawat dengan umur pakai yang masih cukup rendah). Detil lebih lengkap tentang si Citilink ini, saya kopi saja dari situs resminya :
Lanjutkan membaca “Oh Citilink”

Blog · Review

Ini ikanku, Mana ikanmu

Bukan, saya bukan sedang beternak ikan. Dan bukan pula ingin memamerkan hasil tangkapan ikan. Apalagi mengajak untuk mancing ikan, karena pancinganpun tak punya 😛 . Judul diatas, semata – mata terinspirasi dari kebingungan saya semata. Ya, saya selalu dibuat bingung ketika ingin bercerita mengenai masalah perikanan. Maklumlah namanya juga anak rantau. Sehingga ketika ingin bercerita tentang pengalaman dikampung halaman, hal pertama yang terjadi diotak saya adalah mencari padanan kata atau nama yang sesuai dengan apa yang akan saya ceritakan yang lebih bersifat general dan dikenal oleh hampir sebagian orang. Lagipula nanti akan menjadi garing (kriuk), ketika kita bercerita sesuatu yang menarik ataupun lucu, tak satupun yang tertawa dikarenakan objek yang kita ceritakan tidak dapat dipahami ataupun dibayangkan oleh sipendengar cerita kita.

Kembali ke masalah perikanan. Dinegeri asal saya (minang) ternyata memiliki penamaan tersendiri dalam masalah perikanan ini. Banyak diantara nama ikan yang pernah saya lontarkan kepada rekan diperantauan, ternyata tidak mengetahui ikan apa yang saya maksudkan. Karena hal tersebut, maka saya mencoba untuk mencari padanan nama yang sesuai dengan nama yang lebih dikenal luas oleh masyarakat indonesia. Tentu saja andalan saya untuk melakukan pencarian tidak lain dan tidak bukan adalah si mbah gugel. Akhirnya ditemukan juga beberapa nama yang saya cari yang lebih dimengerti oleh masyarakat banyak. List berikut yang akan saya buatkan mungkin dapat dimanfaatkan juga oleh para “dunsanak” diperantauan yang lain.

Lanjutkan membaca “Ini ikanku, Mana ikanmu”

Internet · Project · Review

TukangCari – Mesin Pencari Indonesia

Berawal dari program yang dahulu kala pernah dibuat untuk memberikan gelar kelulusan disalah satu perguruan tinggi, yang mencoba untuk membuat sebuah search engine khusus untuk website Indonesia, agar mudah dalam melakukan pencarian, Ditemukanlah TukangCari sebagai mesin pencari website Indonesia. Walaupun bukan yang pertama dan terbaik, tidak ada salahnya ikut berkontribusi untuk masyarakat internet Indonesia. Apalagi saat ini banyak sekali website spam yang hanya berisi link hasil pencarian dari mbah google.

Setelah selesai dibuat, ingin rasanya agar dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Tapi apa daya, setelah dicoba, untuk melakukan index satu website saja membutuhkan waktu berjam2 lamanya. Dan selain itu membuat sang pemilik hosting marah2 karena resource servernya kesedot semua. Beli server sendiri kagak ada duit lah 😀

Lanjutkan membaca “TukangCari – Mesin Pencari Indonesia”

Internet · Review · Teknologi

Saatnya yang muda berkarya

Ditengah keterpurukan dan degradasi yang saya rasakan yang terjadi terhadap bangsa tercinta yang luas ini, ternyata masih menyimpan satu kebanggaan. Bagaimana tidak, krisis kepercayaan yang terjadi terhadap berbagai kualitas yang dihasilkan oleh negeri ajaib ini, ternyata masih mampu untuk menghasilkan karya yang luar biasa dan diakui oleh internasional sekalipun. Dan yang lebih membanggakannya lagi, karya tersebut ternyata adalah buah karya seorang tunas bangsa yang saat ini sedang berusaha menyelesaikan program wajib belajarnya.

Ya, akhir-akhir ini dunia IT Indonesia dihebohkan oleh kemunculan produk antivirus baru yang dinamakan artav antivirus. Program yang telah dipakai luas sampai kekancah international tersebut merupakan produk asli buatan anak Indonesia. Berita tersebut tersebar dengan cepat melalui beberapa media social network dan forum – forum yang ada. Apalagi setelah ditelurusi ternyata programmernya adalah 2 orang beradik – kakak yang masih muda belia. Suatu prestasi yang bertolak belakang sekali, dibalik maraknya perilaku gerombolan bermotor yang berulah dan ditenggarai diikuti oleh gologngan anak muda yang masih dibawah umur. Tak disangka pula, ternyata tempat mereka menghabiskan kesehariannya, tidak begitu jauh dari tempat diriku menuntut ilmu selama ini.

Lanjutkan membaca “Saatnya yang muda berkarya”