Halal-Haram Binatang menurut 4 (Empat) Imam Mazhab

No. Nama Hewan Pendapat 4 (Empat) Imam Mazhab
Hanafi &

Alasannya

Malik &

Alasannya

Syafi’i &

Alasannya

Hambali &

Alasannya

1. Angsa halal

binatang ternak

halal

binatang ternak

halal

binatang ternak

halal

binatang ternak

2. Anjing haram

bertaring

halal haram

bertaring

haram

bertaring

3. Anjing hutan haram Haram Halal

Bukan buas

Halal

Bukan buas

4. Anjing laut haram

hidup di dua alam

Halal

Hewan laut

haram

hidup di dua alam

haram

hidup di dua alam

5. Ayam halal

Qs.al-Maaidah:1

halal

Qs.al-Maaidah:1

halal

Qs.al-Maaidah:1

halal

Qs.al-Maaidah:1

6. Babi haram

Qs.al-Maaidah:3

haram

Qs.al-Maaidah:3

haram

Qs.al-Maaidah:3

haram

Qs.al-Maaidah:3

7. Badak halal

tidak ada larangan

halal

tidak ada larangan

halal

tidak ada larangan

halal

tidak ada larangan

8. Banteng Halal

hewan buruan

Halal

hewan buruan

Halal

hewan buruan

Halal

hewan buruan

9. Bebek halal

binatang ternak

halal

binatang ternak

halal

binatang ternak

halal

binatang ternak

10. Bekicot haram halal
11. Belalang Halal

hadits shahih

Halal

hadits shahih

Halal

hadits shahih

Halal

hadits shahih

12. Belatung Haram,

setelah ditiup rohnya

Wajib dipisahkan

dari makanan, bila tidak bisa

dan sedikit boleh dimakan

Yang lahir dari makanan

boleh dimakan dengan

syarat dimakan dengan

makanan dan tidak mengubah bau, rasa, dan warna

Sama dengan pendapat Imam Syafi’i
13. Belut haram Halal

Hewan air

Halal

Hewan air

Halal

Hewan air

14. Beruang haram

buas dan bertaring

Halal

Selain yang bertaring

haram

buas dan bertaring

haram

buas dan bertaring

15. Biawak Haram

ada haditsnya

Halal

Tidak ada larangan

Halal

ada haditsnya

Halal

ada haditsnya

16. Bighal (dari keledai) mengikuti induk betina mengikuti induk betina Haram

Qs. An-Nahl:80

Haram

Qs. An-Nahl:80

17. Buaya Haram

sering makan manusia

halal Haram

sering makan manusia

Haram

sering makan manusia

18. Bunglon haram

ada larangan

halal

Tiada larangan

halal

Tiada larangan

halal

Tiada larangan

19. Burung air halal

tidak bercakar

halal

tidak bercakar

halal

tidak bercakar

halal

tidak bercakar

20. Burung hantu haram

bercakar

halal haram

bercakar

haram

bercakar

21. Burung unta haram

memakan bangkai

Halal

Tiada larangan

haram

memakan bangkai

haram

memakan bangkai

22. Cacing halal

tiada larangan

Halal

Tiada larangan

Haram

menjijikkan

Haram

menjijikkan

23. Capung halal

dekat dengan belalang

halal

dekat dengan belalang

halal

dekat dengan belalang

halal

dekat dengan belalang

24. Cecak haram

diperintahkan untuk dibunuh

Halal haram

diperintahkan untuk dibunuh

haram

diperintahkan untuk dibunuh

25. Cumi-cumi haram Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

26. Domba halal

hadits shahih

halal

hadits shahih

halal

hadits shahih

halal

hadits shahih

27. Elang haram

bercakar

halal haram

bercakar

haram

bercakar

28. Gagak abgho haram

memakan bangkai

Halal

Tiada larangan

haram

memakan bangkai

haram

memakan bangkai

29. Gagak ghudaf haram

memakan bangkai

Halal

Tiada larangan

haram

memakan bangkai

haram

memakan bangkai

30. Gajah haram

bertaring

halal haram

bertaring

haram

bertaring

31. Golira haram

bertaring

makruh haram

bertaring

haram

bertaring

32. Harimau haram

bertaring

halal haram

bertaring

haram

bertaring

33. Hiu halal

hewan laut

Halal

Hewan laut

halal

hewan laut

halal

hewan laut

34. Hud-hud haram

dilarang dibunuh

halal

Tiada larangan

halal halal
35. Ikan halal

hadits shahih

halal

hadits shahih

halal

hadits shahih

halal

hadits shahih

36. Ikan duyung halal

hewan laut

makruh halal

hewan laut

halal

hewan laut

37. Ikan mengapung haram halal

hewan laut

halal

hewan laut

halal

hewan laut

38. Itik halal

Qs.al-maaidah:1

halal

Qs.al-maaidah:1

halal

Qs.al-maaidah:1

halal

Qs.al-maaidah:1

39. Jangkrik halal

dekat dengan belalang

halal

dekat dengan belalang

halal

dekat dengan belalang

40. Jerapah halal

tidak ada larangan

halal

Tiada larangan

halal

Tiada larangan

halal

Tiada larangan

41. Kadal haram

dilarang

haram

dilarang

halal

Tiada larangan

halal

Tiada larangan

42. Kakak tua makruh halal

Tiada larangan

haram halal

Tiada larangan

43. Kalajengking haram

berbahaya bagi tubuh

haram

berbahaya bagi tubuh

haram

berbahaya bagi tubuh

haram

berbahaya bagi tubuh

44. Kambing halal

Qs.al-maaidah:1

halal

Qs.al-maaidah:1

halal

Qs.al-maaidah:1

halal

Qs.al-maaidah:1

45. Kancil halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

46. Kanguru halal

tidak ada larangan

halal

tidak ada larangan

halal

tidak ada larangan

halal

tidak ada larangan

47. Katak halal

tiada larangan

halal

tidak ada larangan

Haram

Binatang dua alam

Haram

Binatang dua alam

48. Kecebong halal

tiada larangan

halal

tidak ada larangan

Haram

Anak katak

Haram

Anak katak

49. Kecoa haram

berbahaya/tidak dapat disembelih

haram

berbahaya/tidak dapat disembelih

haram

berbahaya/tidak dapat disembelih

haram

berbahaya/tidak dapat disembelih

50. Keledai jinak haram

hadits shahih

Makruh tanzih haram

hadits shahih

haram

hadits shahih

51. Keledai liar Halal

hadits shahih

Halal

hadits shahih

Halal

hadits shahih

Halal

hadits shahih

52. Kelelawar makruh

kurang thoyyib

Makruh tanzih

kurang thoyyib

Haram

menjijikkan

Haram

menjijikkan

53. Kelinci halal

  1. Ahmad, Nasa’i, Ibnu Majah
halal

  1. Ahmad, Nasa’i, Ibnu Majah
halal

  1. Ahmad, Nasa’i, Ibnu Majah
halal

  1. Ahmad, Nasa’i, Ibnu Majah
54. Keong haram

dilarang

Halal

Hewan air satu alam

Halal

Hewan air satu alam

Halal

Hewan air satu alam

55. Kepiting haram

dilarang

Halal

Hewan laut satu alam

Halal

Hewan laut satu alam

Halal

Hewan laut satu alam

56. Kera haram

bertaring

Makruh

bertaring

haram

bertaring

haram

bertaring

57. Kerang haram Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

58. Kerbau halal

Qs.al-maaidah:1

halal

Qs.al-maaidah:1

halal

Qs.al-maaidah:1

halal

Qs.al-maaidah:1

59. Kijang halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

60. Kucing haram

bertaring

Makruh

Bertaring

haram

bertaring

haram

bertaring

61. Kuda haram

dilarang

Halal

Hadits Bukhori-Muslim

Halal

Hadits Muttafaqun ‘alaihi

Halal

Hadits Muttafaqun ‘alaihi

62. Kuda laut haram Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

63. Kuda nil halal

tiada larangan

halal

tiada larangan

halal

tiada larangan

halal

tiada larangan

64. Kunang-kunang halal

boleh

halal

tiada larangan

haram

berbahaya/tidak dapat disembelih

haram

berbahaya/tidak dapat disembelih

65. Kupu-kupu haram

menjijikan

halal

tiada larangan

haram

menjijikan

haram

menjijikan

66. Kura-kura darat haram halal

tiada larangan

67. Kutu haram

berbahaya/tidak dapat disembelih

haram

berbahaya/tidak dapat disembelih

haram

berbahaya/tidak dapat disembelih

haram

berbahaya/tidak dapat disembelih

68. Lalat haram

berbahaya dan menjijikan

Halal

Bila tidak berbahaya

haram

berbahaya dan menjijikan

haram

berbahaya dan menjijikan

69. Landak haram Makruh

Kurang thoyyib

halal

Atsar Ibnu Umar

haram
70. Laron Haram

identik dengan semut

halal

tiada larangan

Haram

identik dengan semut

Haram

identik dengan semut

71. Lebah haram

berbahaya

halal

tiada larangan

haram

berbahaya

haram

berbahaya

72. Lintah haram

berbahaya

haram

berbahaya

haram

berbahaya

haram

berbahaya

73. Lipan haram

berbahaya

haram

berbahaya

haram

berbahaya

haram

berbahaya

74. Lumba-lumba halal

hewan laut

halal

hewan laut

halal

hewan laut

halal

hewan laut

75. Macan haram

bertaring

halal haram

bertaring

haram

bertaring

76. Marmut halal

tidak ada larangan

halal

tidak ada larangan

halal

tidak ada larangan

halal

tidak ada larangan

77. Menjangan halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

78. Merak makruh

kurang thoyyib

halal

tidak ada larangan

haram halal

tidak ada larangan

79. Merpati halal

tidak bercakar

halal

tidak bercakar

halal

tidak bercakar

halal

tidak bercakar

80. Monyet haram

bertaring

Makruh tanzih

bertaring

haram

bertaring

haram

bertaring

81. Musang haram

bertaring

Makruh tanzih

bertaring

haram

bertaring

haram

bertaring

82. Nyamuk haram

menjijikan

haram

menjijikan

haram

menjijikan

haram

menjijikan

83. Orang utan haram

bertaring

Makruh

bertaring

haram

bertaring

haram

bertaring

84. Penyu laut haram Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

85. Rajawali haram

bercakar

halal haram

bercakar

haram

bercakar

86. Rayap halal

tidak ada larangan

halal

tidak ada larangan

haram

menjijikan

haram

menjijikan

87. Rubah haram

dilarang

haram

dilarang

Halal

Bukan buas

haram
88. Rusa halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

89. Sapi halal

Qs.al-maaidah:1

halal

Qs.al-maaidah:1

halal

Qs.al-maaidah:1

halal

Qs.al-maaidah:1

90. Semut Haram

tidak dapat disembelih

halal Haram

tidak dapat disembelih

Haram

tidak dapat disembelih

91. Simpanse haram

bertaring

Makruh

bertaring

haram

bertaring

haram

bertaring

92. Singa haram

bertaring

halal haram

bertaring

haram

bertaring

93. Siput haram Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

94. Srigala haram

bertaring

halal haram

bertaring

haram

bertaring

95. Tikus haram

menjijikan

halal

tidak ada larangan

haram

menjijikan

haram

menjijikan

96. Tiram haram Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

97. Tokek haram

menjijikan

halal

tidak ada larangan

halal

tidak ada larangan

halal

tidak ada larangan

98. Tupai haram haram Halal

Tidak bertaring

Halal

Tidak bertaring

99. Udang haram Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

100. Ular haram

bertaring

halal haram

bertaring

haram

bertaring

101. Ular laut haram Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

Halal

Hewan laut

102. Ulat haram

membahayakan

haram

membahayakan

haram

membahayakan

haram

membahayakan

103. Unta halal

Qs.al-hajj:36-37

halal

Qs.al-hajj:36-37

halal

Qs.al-hajj:36-37

halal

Qs.al-hajj:36-37

104. Zebra halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

halal

hewan buruan

Semoga Bermanfaat. Sumber: http://madanipress.blogspot.com/2008/09/halal-haram-binatanghewan-menurut-4.html

Iklan

Kumpulan Doa sehari-hari dalam Hadist dan Al-Quran

Telah banyak buku do’a yang tersebar di tengah masyarakat Islam. Ada yang berpedoman dengan ajaran Al-Qur’an, Sunnah,  atau lainnya. Kadang masyarakat awam tidak dapat membedakan antara do’a yang sejalan dengan ajaran Nabi dan mana yang tidak. Sedangkan do’a yang tidak berdasarkan ajaran Nabi, ada yang berbau syirik, menyesatkan dan terkadang dapat menghapus aqidah Islam secara total.

Kebetulan nemu e-book yang berisikan kumpulan doa yang terdapat dalam hadist dan al-quran. Barangkali ada yang membutuhkan juga, sila untuk mengikuti tautan berikut ini. Semoga bermanfaat.

Sedekah Yuk!

Seorang pengguna media sosial Facebook bernama Fajar Ali Imron Rosyidi menuliskan sebuah status inspirasi yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya, Fajar menuliskan tentang sosok seorang kakek yang di usia senjanya hidup dengan sangat bersahaja dan sederhana. Kakek yang dikenal dengan nama Mbah Asrori ini membiasakan sedekah nasi bungkus setiap hari Jum’at.

Berikut tulisan lengkapnya:
“Mbah Asrori tetanggaku yg energik, usia 91 thn masih sehat dan kuat bersepeda kemana-mana tiap hari, seperti biasa setiap hari jum’at beliau selalu membagikan nasi bungkus beruapa nasi kuning komplit dengan lauk pauk yg lezat kepada tukang becak, pemulung, atau siapapun yg membutuhkan makan hari jum’at itu minimal 70 bungkus.

Setiap bulan beliau menyisihkan minimal 400 ribu rupiah untuk sedekah setiap jum’at itu walaupun saya tau penghasilan beliau tidak menentu. Dan tidak lupa kemana-mana beliau selalu bawa radio kecil dengan selalu setel channel radio masjid agung Semarang. Benar sabda Rasulullah barangsiapa senang bersedekah dan silaturahim maka Allah akan panjangkan umurnya dgn barokah rejeki tiada disangka-sangka.

Alhamdulillah 5 tahun lalu beliau telah melaksanakan haji, yg secara logika dgn penghasilannya tidak akan mampu menabung biaya haji, namun Allah mampukan beliau.. SubhanaAllah.”

sedekah

Keutamaan Wudhu

Dituturkan dari Abu Hurairah r.a. : Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda “Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat dalam keadaan (wajah dan tangannya) bercahaya, karena air wudhu. Maka barang siapa diantara kalian dapat memperpanjang kilauan cahayanya, hendaklah ia mengerjakannya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Makna Sakinah Mawaddah Warahmah

SAKINAH, ialah ketika kita melihat kekurangan pasangan namun mampu menjaga lidah untuk tidak mencelanya.

MAWADDAH, ialah ketika kita mengetahui kekurangan pasangan namun mampu memilih untuk menutup sebelah mata atas kekurangannya dan membuka mata yang lain untuk berfokus pada kelebihannya.

Sedangkan RAHMAH itu ialah, ketika kita mampu menjadikan kekurangan pasangan sebagai ladang amal untuk diri kita.

Subhanallah…

Semoga ALLAH Perkenankan kita segera bertemu dgn jodoh yang sholeh / sholehah..
Aamiin..

sumber : ustad Yusuf Mansur

Keutamaan Puasa Asyura (10 Muharram)

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang telah Allah muliakan. Secara khusus Allah melarangan berbuat zalim (maksiat) pada bulan ini untuk menunjukkan kehormatannya. salah satu amal shalih yang dianjurkan oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk dikerjakan pada bulan ini ibadah shiyam. Beliau menganjurkan untuk memperbanyak puasa di dalamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadlan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardlu.” (HR. Muslim, no. 1982).

Puasa ‘Asyura

Secara umum dianjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan Muharram ini; baik di awalnya, pertengahannya, ataupun di akhirnya. Namun ada satu yang berpuasa padanya mendapat perhatian lebih dari syariat, yakni pada hari kesepuluhnya yang dikenal dengan yaum ‘Asyura. Berpuasa pada hari tersebut bisa menghapuskan dosa setahun yang lalu.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim no. 1975)

iriwayatkan dalam Shahihain, dari Ibnu ‘Abbas, Ibnu Umar, dan Asiyah bahwa Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam telah berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya.

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu pernah menceritakan tentang puasa Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam,

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

 “Aku tidak penah melihat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

sumber: voa-islam.com

Waqaf Shadaqah Jariyah Milik Ustman Bin Affan

hotel-ustmanTahu ga kalau khalifah Utsman bin Affan, salah seorang sahabat nabi yg pebisnis dan kaya raya, tapi murah hati dan dermawan.., ternyata memiliki rekening di salah satu bank di Saudi? Bahkan rekening dan tagihan listriknya juga masih atas nama beliau…

Gimana ceritanya hingga beliau memiliki hotel atas namanya di dekat Masjid Nabawi?

Diriwayatkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kota Madinah pernah mengalami panceklik hingga kesulitan air bersih. Karena mereka (kaum muhajirin) sudah terbiasa minum dari air zamzam di Makah. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, SUMUR RAUMAH namanya. Rasanya pun mirip dengan sumur zamzam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala” (HR. Muslim).

Adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi. Walau sudah diberi penawaran yang tertinggi sekalipun Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya, “Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari” demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.

Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa Surga Allah Ta’ala, tidak kehilangan cara mengatasi penolakan Yahudi ini.
“Bagaimana kalau aku beli setengahnya saja dari sumurmu” Utsman, melancarkan jurus negosiasinya.
“Maksudmu?” tanya Yahudi keheranan.
“Begini, jika engkau setuju maka kita akan memiliki sumur ini bergantian. Satu hari sumur ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu kemudian lusa menjadi milikku lagi demikian selanjutnya berganti satu-satu hari. Bagaimana?” jelas Utsman.

Yahudi itupun berfikir cepat,”… saya mendapatkan uang besar dari Utsman tanpa harus kehilangan sumur milikku”. Akhirnya si Yahudi setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari ini sumur Raumah adalah milik Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.

Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di sumur Raumah, silahkan mengambil air untuk kebutuhan mereka GRATIS karena hari ini sumur Raumah adalah miliknya. Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk 2 hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.

Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Yahudi itupun mendatangi Utsman dan berkata “Wahai Utsman belilah setengah lagi sumurku ini dengan harga sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin”. Utsman setuju, lalu dibelinya seharga 20.000 dirham, maka sumur Raumahpun menjadi milik Utsman secara penuh.
Kemudian Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu mewakafkan sumur Raumah, sejak itu sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya.

Setelah sumur itu diwakafkan untuk kaum muslimin… dan setelah beberapa waktu kemudian, tumbuhlah di sekitar sumur itu beberapa pohon kurma dan terus bertambah. Lalu Daulah Utsmaniyah memeliharanya hingga semakin berkembang, lalu disusul juga dipelihara oleh Pemerintah Saudi, hingga berjumlah 1550 pohon.

Selanjutnya pemerintah, dalam hal ini Departemen Pertanian Saudi menjual hasil kebun kurma ini ke pasar2.. setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak2 yatim dan fakir miskin.. sedang setengahnya ditabung dan disimpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau di salah satu bank atas nama Utsman bin Affan, di bawah pengawasan Departeman Pertanian..

Begitulah seterusnya, hingga uang yang ada di bank itu cukup untuk membeli sebidang tanah dan membangun hotel yg cukup besar di salah satu tempat yang strategis dekat Masjid Nabawi.

Bangunan hotel itu sudah pada tahap penyelesaian dan akan disewakan sebagai hotel bintang 5. Diperkirakan omsetnya sekitar RS 50 juta per tahun. Setengahnya untuk anak2 yatim dan fakir miskin, dan setengahnya lagi tetap disimpan dan ditabung di bank atas nama Utsman bin Affan radhiyallahu anhu..

Subhanallah,… Ternyata berdagang dengan Allah selalu menguntungkan dan tidak akan merugi..

Ini adalah salah satu bentuk sadakah jariyah, yang pahalanya selalu mengalir, walaupun orangnya sudah lama meninggal..

Disebutkan di dalam hadits shahih dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya”. [HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i]

Dan disebutkan pada hadits yang lain riwayat Ibnu Majah dan Baihaqi dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ
“Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menemuinya setelah kematiannya adalah: ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mush-haf yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, sungai (air) yang dialirkannya untuk umum, atau shadaqah yang dikeluarkannya dari hartanya diwaktu sehat dan semasa hidupnya, semua ini akan menemuinya setelah dia meninggal dunia”.

Oleh : Ustadz Shalahuddin AR Daeng Nya’la