Pemanfaatan Teknologi dan Sosial Media untuk Produk Pertanian

Teknologi informasi merupakan sarana potensial yang dapat mendukung akses petani terhadap sumber informasi produksi maupun pemasaran. Dengan kemampuan teknologi yang mampu menjangkau tanpa batas dan didesain berbasis komunitas, akan mampu melahirkan kekuatan baru yang sangat dahsyat. Dengan kemampuan teknologi pula contohnya sosial media akan menjadi kekuatan yang luar biasa dalam pemasaran era digital. Sehingga penguasaan akses informasi oleh petani akan semakin meningkatkan posisi dan peran kelembagaan petani dalam mengembangkan pasar dan menjalin kerjasama.

Pemanfaatan ICT (Information and Communication Technology) di Indonesia untuk kegiatan perdagangan maupun community-based action di tingkat kelembagaan petani sangatlah tertinggal bila dibandingkan di negara lain. Hal ini terlihat dari rendahnya nilai tukar petani dan minimnya aksesibilitas informasi, sehingga mengakibatkan bargaining position kelembagaan petani sangatlah rendah. Oleh karena itu disini diperlukan terobosan dengan memanfaatkan ICT dalam membangun network maupun market berbasis community melalui teknologi social media. Social media (facebook, twitter, linkedln, blogs dan lain-lain) yang saat ini tengah fenomenal dan membentuk “cracking zone” baru dalam lifestyle sangat efektif untuk dimanfaatkan sebagai media pembentukan e-agribusiness dalam membangun network maupun memperluas pasar (market).

Baca lebih lanjut

Membangun sebuah toko online berbasis open source

Tak dapat kita pungkiri lagi bahwa saat ini internet sudah menjadi bagian dari sebagian kehidupan masyarakat kita. Meskipun indonesia masih dikategorikan kedalam negara berkembang, jumlah pengguna Internet di negeri ini tidak dapat dibilang kecil. Tengok saja dari tulisannya om romi tentang online personal branding yang mengatakan bahwa ” Jumlah pengguna Internet di Indonesia, menurut data terakhir dari Internet World Stats, mencapai 25 juta orang. Rangking Indonesia untuk jumlah pengguna Internet setara dengan Spanyol, dan jauh meninggalkan negara tetangga kita seperti Philipina, Malaysia dan Vietnam. Dukungan total dari 25 juta pengguna Internet, lebih dari cukup sebagai syarat minimal untuk maju menjadi calon RI-1. Sesuai dengan UU Pemilu yang mensyaratkan bahwa calon presiden harus mendapat dukungan minimal 25% suara nasional (sekitar 23.9 juta) “.

Nah, dengan dasar tersebut dapat dilihat betapa dahsyat dan besarnya pengguna makhluk yang bernama internet tersebut. Dari hanya sekedar bersendau gurau, saling berkenalan, mencari ilmu bahkan sampai berbelanja pun dapat kita lakukan melalui internet. Untuk hal yang terakhir inilah (berbelanja) yang saat ini sedang gencar di lirik oleh para pengusaha, baik skala kecil, menengah dan besar sekalipun. Bagaimana tidak, dengan modal yang relatif lebih sedikit (karena tidak memerlukan tempat untuk berjualan) dari pada cara berdagang konvensional, seseorang dapat menawarkan produknya sampai ke pengguna yang berada di belahan benua yang berbeda sekalipun. Sedangkan untuk para pebisnis yang telah jalan, juga dapat menambahkan fitur online store ini untuk lebih mengembangkan market yang ada.

Baca lebih lanjut

Akhirnya datang juga

Setelah sekian lama terdengar kabar yang menggembirakan di jagat maya indonesia bahwa telah di izinkannya proses penarikan dana paypal ke bank yang ada di indonesia, akhirnya diriku berkesempatan juga untuk mencobanya. Dimulai dari proses verifikasi paypal dengan menggunakan vcc (virtual credit card) melalui jasa mbak dewi . Cara ini cukup ampuh bagi orang seperti saya yang belum tidak mungkin mempunyai kartu kredit :D. Verifikasi selesai, nyoba narik deh. Akhirnya datang juga, setelah masa penungguan selama bertahun tahun, sampai lah kiriman tersebut dengan selamat di bank mandiri. Fiuh.

Untuk yang masih bingung mengenai 7 digit kode bank yang harus dimasukkan saat withdraw paypal (kode bank yang dimaksud bukanlah swift code) dapat mencari nya di http://maseko.com/direktori-bank/