Beranda » Hobi » Mini Akuaponik

Mini Akuaponik

Practical-Aquaponics

Kali ini mau bercerita tentang akuaponik yang sedikit gagal hasilnya. Kenapa gagal ? karena satu dan lain hal yang kurang terpenuhi dalam perkembangan tanamannya sendiri. Tapi ini jadi pelajaran yang berharga untuk akuaponik yang kedua yang dibuat. Dan hasilnya cukup lumayan sampai dengan saat ini. Beberapa sayuran yang saya tanam (kangkung, selada dan sawi) tumbuh dengan subur. Bahkan pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan sayuran yang juga saya tanam di media tanah biasa.

Sebelum kita bahas lebih jauh, ada baiknya kita kenalan dulu dengan akuponik. Akuaponik merupakan gabungan dari akuakultur dan hidroponik. Konsepnya sangat sederhana. Air beserta kotoran ikan dari budidaya ikan disalurkan kepada tanaman karena memiilki banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman sedangkan apabila dibuang akan menjadi limbah yang tidak bermanfaat. Tanaman akan menyerap nutrisi dalam air dan kotoran ikan tadi. Sebagai gantinya, tanaman akan memberikan oksigen kepada ikan melalui air yang berasal dari budidaya ikan.

Sebenarnya jauh sebelum sistem aquaponik menjadi tren seperti sekarang, orang-orang pada zaman dulu telah menggunakan hubungan simbiosis antara ikan dan tanaman. Suku Indian Aztec menanam tanaman di atas rakit pada permukaan danau Circa. Orang-orang Cina juga menggunakan pertanian terintegrasi dengan konstruksi yang disebut sistem aliran. Mereka mengembangkan peternakan unggas yang tergantung di atas kolam.

Pada awalnya, saya mencoba untuk membuat akuaponik ini dengan menggunakan toples kecil. Air dari toples yang digunakan sebagai wadah ikan hias ini, dialirkan ke wadah yang berisi filter air dan tempat tumbuh tanaman, dan kemudian dialirkan kembali ke toples. Sistem ini saya letakkan didalam rumah. Rencanya biar sekalian sebagai akuarium mini. Kalau sukses, tanamannya akan saya ganti dengan bunga warna-warni. Setelah melewati beberapa minggu, tanaman terlihat tumbuh, tetapi tumbuhnya menjulang tinggi dan daunnya kecil sekali. Sepertinya kekurangan sinar matahari. Dan benar saja setelah beberapa hari kemudian beberapa benih mulai layu dan akhirnya mati.

Mini Akuaponik Toples

Mini Akuaponik Toples

Belajar dari pengalaman tersebut, saya membuat sistem akuaponik yang kedua dihalaman belakang rumah supaya masih dapat sinar matahari buat sitanamannya. Dengan berbekal beberapa gambar diinternet, akuaponik yang kedua saya buat dengan menggunakan ember untuk wadah ikan dan tanamannya. Berikut rinciannya :

1. Ember 2 buah @ 13.500
2. Sock drat dalam 2 buah @ 3.500
3. Sock drat luar 2 buah @ 3.500
4. Pipa ukuran 1 1/2″ @ 7.000
5. Pipa ukuran 2″ @ 8.000
6. Tutup pipa 1 1/2″ 2buah @ 6.000
7. Pipa plastik kecil @ 4.000
8. Sambungan T pipa plastik @ 2.500
9. Sambungan L pipa plastik 2 buah @ 2.500
8. Pompa aquarium @ 30.000
9. Besi rak siku 4 buah @ 12.000

Mini Akuaponik Ember - Hari Pertama

Mini Akuaponik Ember – Hari Pertama

Pengairannya saya menggunakan teknik pasang surut (bell siphon). Namun setelah diisi media pasir, bell siphonnya jadi tidak berfungsi. Kemungkinan karena debit air yang dihasilkan oleh pompa akurium tidak terlalu besar. Akhirnya saya rubah menjadi sistem NFT (Nutrient Film Technique) atau sistem perairan dangkal.

Mini Akuaponik Ember - Minggu Pertama (Benih mulai bermunculan)

Mini Akuaponik Ember – Minggu Pertama

Alhamdulillah, setelah usia 3 minggu dari pertama kali dibuat, sistem yang kedua ini cukup menggembirakan. Tanaman tumbuh dengan subur dan ikannya pun sehat dan rakus. Meskipun pada waktu awal, beberapa ikan ada yang mati dikarenakan kolamnya yang masih baru dan belum banyak bakteri baiknya.

Mini Akuaponik Ember - Minggu ke 3 (pertumbuhan tanaman sangat pesat)

Mini Akuaponik Ember – Minggu ke 3 (pertumbuhan tanaman sangat pesat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s